SELAMAT DATANG DI SITUS SAYA

4.27.2009

PENGENALAN VISUAL BASIC 6.0

    1. Mengenal Visual Basic (VB)


Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Bahasa pemrograman adalah perintahperintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Bahasa pemrograman Visual Basic, yang dikembangkan oleh Microsoft sejak tahun 1991, merupakan pengembangan dari pendahulunya yaitu bahasa pemrograman BASIC (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) yang dikembangkan pada era 1950-an. Visual Basic merupakan salah satu Development Tool yaitu alat bantu untuk membuat berbagai macam program komputer, khususnya yang menggunakan sistem operasi Windows. Visual Basic merupakan salah satu bahasa pemrograman komputer yang mendukung object (Object Oriented Programming = OOP).


    1. Mengenal Integrated Development Environment (IDE) VB 6


Aktifkan VB 6 melalui tombol Start > Programs > Microsoft Visual Studio 6.0 > Microsoft VB 6.0

�� Menubar

�� Toolbar

�� Toolbox

Bila Toolbox tidak muncul klik tombol Toolbox ( ) pada bagian Toolbar atau klik menu

View > Toolbox.

�� Jendela Form

Bila Jendela Form tidak muncul klik tombol View Object ( ) pada bagian Project Explorer atau

klik menu View > Object.

�� Jendela Code

Bila Jendela Code tidak muncul klik tombol View Code ( ) di pada bagian Project Explorer atau

klik menu View > Code.

�� Project Explorer

Bila Project Explorer tidak muncul klik tombol Project Explorer ( ) pada bagian

Toolbar atau klik menu View > Project Explorer.

�� Jendela Properties

Bila Jendela Properties tidak muncul klik tombol Properties Window ( ) pada bagian Toolbar

atau klik menu View > Properties Window.


1.3 Memahami Istilah Object, Property, Method dan Event

Dalam pemrograman berbasis obyek (OOP), anda perlu memahami istilah object, property, method dan event sebagai berikut :

Object : komponen di dalam sebuah program

Property : karakteristik yang dimiliki object

Method : aksi yang dapat dilakukan oleh object

Event : kejadian yang dapat dialami oleh object

Object : Mobil

Property :

Merek: Toyota, Type: sedan Warna: merah

Method :

Maju,Mundur,Berhenti

Event :

Pintu dibuka, Ditabrak, Didorong

Object : Form

Property :

BackColor, BorderStyle, Caption

Method :

Hide,Move,Show

Event :

Click, Load, Resize

    1. Mengenal Data dan Variabel


Ketika seorang user (pengguna) menggunakan sebuah program komputer, seringkali komputer

memintanya untuk memberikan informasi. Informasi ini kemudian disimpan atau diolah oleh komputer.Informasi inilah yang disebut dengan DATA.

Visual Basic 6 mengenal beberapa type data, antara lain :

�� String adalah type data untuk teks (huruf, angka dan tanda baca).

�� Integer adalah type data untuk angka bulat.

�� Single adalah type data untuk angka pecahan.

�� Currency adalah type data untuk angka mata uang.

�� Date adalah type data untuk tanggal dan jam.

�� Boolean adalah type data yang bernilai TRUE atau FALSE.


Data yang disimpan di dalam memory komputer membutuhkan sebuah wadah. Wadah inilah yang

disebut dengan VARIABEL. Setiap variabel untuk menyimpan data dengan type tertentu membutuhkan

alokasi jumlah memory (byte) yang berbeda.

Variabel dibuat melalui penulisan deklarasi variabel di dalam kode program :

Dim As

Contoh : Dim nama_user As String


Aturan di dalam penamaan variabel :

�� Harus diawali dengan huruf.

�� Tidak boleh menggunakan spasi. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore (_).

�� Tidak boleh menggunakan karakter-karakter khusus (seperti : +, -, *, /, <, >, dll).

�� Tidak boleh menggunakan kata-kata kunci yang sudah dikenal oleh VB(seperti : dim, as,string, integer, dll).Sebuah variabel hanya dapat menyimpan satu nilai data sesuai dengan type datanya.

Cara mengisi nilai data ke dalam sebuah variabel :

=

Contoh : nama_user = “krisna”

Untuk type data tertentu nilai_data harus diapit tanda pembatas. Type data string dibatasi tanda petikganda : “nilai_data”. Type data date dibatasi tanda pagar : #nilai_data#. Type data lainnya tidak perlu tanda pembatas.

Sebuah variabel mempunyai ruang-lingkup (scope) dan waktu-hidup (lifetime) :

�� Variabel global adalah variabel yang dapat dikenali oleh seluruh bagian program. Nilai data yang

tersimpan didalamnya akan hidup terus selama program berjalan.

�� Variabel lokal adalah variabel yang hanya dikenali oleh satu bagian program saja. Nilai data yang

tersimpan didalamnya hanya hidup selama bagian program tersebut dijalankan.

Variabel yang nilai datanya bersifat tetap dan tidak bisa diubah disebut KONSTANTA. Penulisan

deklarasi konstanta di dalam kode program :
Const As =

Contoh : Const tgl_gajian As Date = #25/09/2003#











    1. Mengenal Struktur Kontrol


Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang

digunakan untuk mengatur (mengontrol) jalannya program.

Visual Basic 6 mengenal dua jenis struktur kontrol, yaitu :

1. Struktur kontrol keputusan - digunakan untuk memutuskan kode program mana yang akan

dikerjakan berdasarkan suatu kondisi. Akan dibahas pada bab ini.

2. Struktur kontrol pengulangan - digunakan untuk melakukan pengulangan kode program. Akan

dibahas pada bab selanjutnya.


Ada dua bentuk struktur kontrol keputusan, yaitu :

1. Struktur IF…THEN. Akan dibahas pada bab ini.

2. Struktur SELECT…CASE. Akan dibahas pada bab selanjutnya.


Bentuk penulisan (syntax) struktur IF…THEN :

1. IF THEN

Bila bernilai True maka akan dikerjakan.

2. IF THEN

ELSE

END IF

Bila bernilai True maka akan dikerjakan, tetapi bila

bernilai False maka yang akan dikerjakan.


1.2 Struktur Kontrol Select…Case

Bentuk penulisan (syntax) struktur SELECT…CASE :

SELECT CASE

CASE

CASE

CASE

[CASE ELSE

]

END SELECT


Bila sesuai dengan maka akan dikerjakan, dst. Tetapi bila tidak ada yang sesuai dengan s/d maka yang akan dikerjakan.










    1. Mengenal Struktur Kontrol


Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk (struktur) tertentu yang digunakan untuk mengatur (mengontrol) jalannya program.


Visual Basic 6 mengenal dua jenis struktur kontrol, yaitu :

1. Struktur kontrol keputusan - digunakan untuk memutuskan kode program mana yang akan

dikerjakan berdasarkan suatu kondisi. Sudah dibahas pada bab lalu.

2. Struktur kontrol pengulangan - digunakan untuk melakukan pengulangan kode program. Akan

dibahas pada bab ini.


Ada dua bentuk struktur kontrol pengulangan (looping), yaitu :

1. Struktur FOR…NEXT.

2. Struktur DO…LOOP.


1.2 Struktur Kontrol For…Next

Bentuk penulisan (syntax) struktur For…Next :

FOR = TO [STEP ]

NEXT

�� adalah variabel (tipe: integer) yang digunakan untuk menyimpan angka pengulangan.

�� adalah nilai awal dari .

�� adalah nilai akhir dari .

�� adalah perubahan nilai setiap pengulangan. Sifatnya optional (boleh ditulis

ataupun tidak). Bila tidak ditulis maka nilai adalah 1.


    1. Struktur Kontrol Do…Loop


Bentuk penulisan (syntax) struktur Do…Loop :


1. DO WHILE

LOOP

akan diulang selama bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai FALSE.


2. DO UNTIL

LOOP

akan diulang sampai bernilai TRUE. Pengulangan berhenti bila

sudah bernilai TRUE.










1.1 Apa itu Array ?

Array merupakan sekumpulan nilai data yang “dikelompokkan” dalam sebuah variabel. Array

digunakan bila ada beberapa nilai data yang tipe datanya sama dan akan mendapat perlakuan yang sama pula. Misalnya, ada 10 nilai data dengan tipe string dan akan diolah dengan cara yang sama, maka akan lebih mudah jika menggunakan sebuah array dibandingkan bila menggunakan 10 variabel yang berbeda. Setiap nilai data di dalam sebuah array disebut elemen array dan masing-masing dibedakan dengan nomer indeksnya.

1.2 Menggunakan Array

Sebuah array dideklarasikan dengan cara yang sama dengan variabel, yaitu menggunakan perintah Dim, kemudian diikuti dengan tanda kurung dan jumlah

Dim nama_array(jumlah_elemen - 1) As tipe_data

Contoh :

Dim NamaSiswa(99) As String �� array NamaSiswa akan mempunyai elemen sebanyak 100 dengan

nomer indeks mulai dari 0 s/d 99.

Selanjutnya untuk mengisi nilai data ke dalam array :

nama_array(no_indeks) = nilai_data

Contoh :

NamaSiswa(0) = “umar”

Namasiswa(1) = “fatimah”

Untuk “mengosongkan” nilai data, bisa menggunakan struktur kontrol For…Next :

For i = 0 To 99

NamaSiswa(i) = “”

Next i

Lebih mudah bukan ?

Catatan :

�� Agar nomer indeks array dimulai dari 1 (bukan 0), bisa menggunakan perintah Option Base 1

sebelum perintah Dim-nya, contoh :

Option Base 1

Dim NamaSiswa(100) As String

�� Atau bisa juga menggunakan kata To di dalam penentuan jumlah elemen array, contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

�� Untuk mengetahui berapa jumlah elemen di dalam sebuah array, bisa menggunakan perintah

Ubound(nama_array), contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

Dim JmlElemen As Integer

JmlElemen = Ubound(NamaSiswa) �� hasilnya = 100

�� Bila jumlah elemen array yang dibutuhkan tidak diketahui atau ingin bisa diubah-ubah, maka

bagian jumlah_elemen pada perintah Dim tidak perlu diisi, contoh :

Dim NamaSiswa() As String

Teknik ini biasa disebut sebagai array dinamis, biasanya untuk mengisi data yang berkembang terus, dan

belum bisa ditentukan di awal jumlah elemennya.

�� Untuk mengubah jumlah elemen array digunakan perintah Redim :

Redim [Preserve] nama_array(jumlah_elemen)

Contoh :

Redim NamaSiswa(1 To 150) �� jumlah elemen array NamaSiswa menjadi 150 dengan

nomer indeks dari 1 s/d 150.







1.1 Apa itu Procedure ?

Procedure adalah blok kode program yang berisi perintah-perintah untuk mengerjakan tugas tertentu. Bila di dalam kode program yang kita buat ada perintah-perintah untuk melakukan tugas yang sama di beberapa tempat, maka akan lebih baik perintah-perintah tersebut dibuat dalam sebuah procedure. Kemudian, procedure itu bisa di-‘panggil’ bila diperlukan.

Penggunaan procedure sangat menghemat penulisan kode program, karena kode-kode program yang sama dibeberapa tempat cukup dibuat pada satu bagian saja. Selain itu, procedure akan memudahkan perbaikan kode program bila terjadi perubahan atau kesalahan, karena perbaikan cukup dilakukan pada satu bagian saja.

1.2 Jenis-jenis Procedure

Pada VB6 ada 4 jenis procedure, yaitu :

  1. ��Procedure Sub – procedure yang tidak mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

  2. ��Procedure Function – procedure yang mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

  3. ��Procedure Event – procedure untuk suatu event pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

  4. ��Procedure Property – procedure untuk mengubah (let) atau mengambil (get) nilai property pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

Pada bab ini akan dibahas penggunaan procedure sub dan function. Procedure event dan property akan dibahas pada bab selanjutnya.

Bentuk penulisan (syntax) procedure sub :

[Public | Private] Sub ([])

End Sub

Sedangkan bentuk penulisan (syntax) procedure function :

[Public | Private] Function ([]) As

End Function

Pernyataan [Public | Private] menentukan ruang lingkup (scope) procedure. Sebuah procedure dengan scope public bisa digunakan dalam lingkup project. Sedangkan procedure dengan scope private hanya bisa digunakan dalam lingkup form saja.

atau dibuat sebagai pengenal procedure saat di-‘panggil’. Aturan penamaan sebuah procedure sama dengan aturan penamaan sebuah variabel. Nama sebuah procedure dibuat unik, tidak boleh ada yang sama.

merupakan serangkaian nilai dan tipe data yang dipakai oleh procedure untuk mengerjakan ‘tugas’-nya. Sebuah procedure bisa saja tidak memakai argumen sama sekali.

Pernyataan As pada procedure function menentukan tipe data nilai yang akan dikembalikan (return value) setelah ‘tugas’-nya selesai.

Untuk menggunakan sebuah procedure, maka procedure tersebut harus di-‘panggil’ pada bagian tertentu dari kode program. Procedure sub di-‘panggil’ dengan pernyataan :

Call ([])

Sedangkan procedure function bisa di-‘panggil’ langsung dengan menyisipkannya di dalam kode program yang memanggilnya

By: Mbah Google

0 komentar:

Posting Komentar

An Inspiration © 2009. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute